
MUSIC MUVEE: konser siswa Swara Harmony 19 Desember 2008
Setelah beberapa bulan bergabung dengan Funtastic String Ensemble-nya Swara Harmony, si sulung Zaky (11) ambil bagian dalam konser siswa yang digelar di Blossom convention hall (masih satu lokasi dengan tempat latihan ensembelnya, di Paskal Hypersquare Bandung). Beberapa lagu dimainkan: Canon in D, OST Superman, OST Alvin & the Chipmunks, Can’t Smile without You, sampai Twinkle all Stars yang dimainkan oleh semua violinis dari yang paling imut sampai yang paling tinggi gradenya di Swara Harmony. …
Konser digelar di tempat yang cukup representatif, dengan kapasitas ruangan dan tata suara yang memadai. Kami datang satu pasukan penuh, tepat pukul 5 sore, saat gladi bersih berlangsung. Aku langsung ambil posisi strategis (terutama buat dua balita yang kubawa), sedangkan Ali & Ubit ikut Bapak ke foodcourt (konser baru mulai jam 7 malam).
Tibalah saatnya….satu persatu peserta tampil (piano, vocal, drum, gitar, tiup….). Setelah beberapa tampilan, baru aku ngeh, mengapa konser ini bertajuk Music Muvee. Lagu-lagu yang dibawakan peserta konser adalah soundtrack film-film sepanjang masa (dalam dan luar negeri). Entah apakah penonton yang mayoritas ortu peserta juga tahu, panitia tak membagikan sinopsis acara.
Penampilan siswa-siswa Swara Harmony bergulir satu persatu—begitu saja. Sayang sekali, padahal mereka harus berlatih dan menunggu sedemikian lama. Nampaknya kelas piano paling banyak peminatnya. Nyaris semua penampilan solo atau duet piano diiringi minus one yang lebih sering menelan denting pianonya. Menurutku, lebih asyik kalau mereka main tanpa minus one, perdengarkan suara aslinya (namanya juga konser siswa, salah-salah sedikit penonton pasti tetap enjoy). Lebih-lebih untuk pianis yang masih imut, hanya ujung kepala mereka saja yang tampak, tenggelam di hadapan grand piano. Mereka main sejenak, kemudian berlalu begitu saja. Aku bahkan sering tak sempat bertepuk tangan atas jerih payah mereka.
Tak terhitung berapa puluh penampilan singkat malam itu. Penampilan yang harus ditunggu dari jam lima sore sampai nyaris setengah sebelas malam! Di sekitarku, keluhan ortu seragam: lama bangeeet….tapi toh demi anak, pegel juga dijabanin
. Apalagi aku dan sekian puluh ortu yang anaknya ikut FSE. Harus hadir awal untuk gladi bersih, dan dapat giliran tampil paliiiing bontot.
Mau tak mau, aku jadi membandingkan dengan dua konser yang pernah diikuti Ali, 8 th, di Purwacaraka Music Studio. Untuk konser besar (tahunan) yang melibatkan semua alat musik plus vocal, peserta konser diaudisi. Jadi hanya ada sekian belas penampil terbaik. Ali lolos audisi untuk tampil solo gitar klasik di The Real Expression Concert di Bale Pare Kota Baru parahyangan. Sedangkan untuk seluruh siswa—tanpa audisi—diadakan konser kecil (hanya untuk dua atau tiga alat musik) di tempat yang lebih kecil. Untuk konser kecil, Ali tampil di MusicBox Purwacaraka di jalan Bungur, Bandung. Semua siswa gitar dan piano klasik unjuk kebolehan di sana). Bulan berikutnya giliran alat musik lain.
Back to Swara Harmony. Secara umum, penyelenggaraan konser Music Muvee ini bisa dibilang sukses. Penonton padat di awal dan setidaknya masih bertahan separuh lebih di akhir acara. Aku dan anak-anak berkali berdendang mengikuti alunan musik, saling menebak judul lagunya, menikmati pertunjukan. Bahkan Ali yang matanya sudah merah menahan kantuk, tetap bertahan. Sesekali aku melihat Bu Carolina mondar-mandir mengatur anak-anak dari awal hingga akhir: What a wonderful woman
Terima kasih sudah mau memfasilitasi anak-anak kami. Ditunggu konser berikutnya yaaa….
p.s. Mau tahu info tentang Funtastic String Ensemble? Klik di sini.
Atau mau lihat Zaky cs beraksi di Music Muvee bersama Fun-tastic String Ensemble? Klik disini
Filed under: aku menulis | 6 Comments
Anna Farida
Inilah wadahku menyimpan sebagian aktifitas sehari-hari yang tak semua bisa tersampaikan, agar tak begitu saja dilupakan. Full-time mommy seperti aku mesti terus berekspresi, agar isi kepala tak membeku oleh ritual rutin, yang kadang hakikatnya tak mampu kumaknai. Blog sederhana ini wujud terima kasihku kepada keluargaku, juga sahabat-sahabatku, yang selalu ada dan mengerubuti aku dengan berbagai bentuk ungkapan cinta. The earth has one only sun, but I've got many! The earth has many stars, and I've got plenty. I wanna step beyond borders, grab all happiness, be thankful all the time....What a beautiful life!search
Click one of them
- aku menulis (38)
- Miscellaneous (6)
- Portofolio terjemahanku (8)
-
RECENT POSTS
-
Recent Comments
anna farida on awalnya FOBIA RUANG TERTU… anna farida on Tontonan Bikin Ga Tenang: Meng… DeenDeen on Tontonan Bikin Ga Tenang: Meng… Blogroll
have a go
- September 2009 (1)
- August 2009 (2)
- July 2009 (3)
- June 2009 (2)
- May 2009 (1)
- April 2009 (2)
- March 2009 (2)
- February 2009 (4)
- January 2009 (3)
- December 2008 (4)
- October 2008 (6)
- August 2008 (3)
- July 2008 (2)
- June 2008 (3)
- May 2008 (2)
- April 2008 (4)
- February 2008 (1)
- January 2008 (1)
- December 2007 (8)
Mama zaky, terimakasih sudah menulis tentang kami. Bagus sekali ulasannya, saya jadi bisa lebih merasakan menjadi orangtua siswa..
Memang sulit sekali mengkompromikan anak2 yang sangat beragam kegiaatannya, dengan idealisme mereka harus “harmony” baik dalam latihan, penampilan, dan juga mental.
Ditambah keinginan bahwa mereka harus mau menonton orang lain, bukan hanya adiknya, kakaknya, anaknya, muridnya… supaya mereka bisa saling belajar dan saling berbagi..
Tapi,.. betapa senangnya melihat efek dari konser yg membuat mereka jadi lebih saling menyapa, saling kenal, bahkan saling bersaing secara sehat..
Mungkin ini terlalu panjang untuk disebut sebagai komentar, saya harus lebih banyak belajar menulis supaya jadi lebih baik lagi..
Terimakasih bu…
salam buat matahari2 ibu
sama-sama bu…saya juga bersyukur menemukan ensembel biola di Swara Harmony. Kepekaan musik dan mental Zaky jadi lebih terasah–menurut saya yang hanya bisa berkomentar
Selamat yaaa…
“Menyenangkan dan Membanggakan” itulah bayangan Saya seandainya anak2 Saya senang dan pinter memainkan alat musik.
Bagaimana siy, agar anak gemar bermain alat musik…? Ada tips khusus nggak…? Memang siy, kita tdk bisa memaksakan bakat anak, tapi setidak-tidaknya kita kan bisa mengenalkan pada anak atau “sedikit pemaksaan” untuk menyenangi musik.
Anak-anak bisa senang musik melalui banyak cara. Zaky senang biola karena nonton Music of the Heart (Meryl Streep, Gloria Estefan…). Ali senang gitar karena pingin beda dengan kakaknya. Kami sarankan gitar akustik karena harganya terjangkau hehe… Bisa juga dengan mengajak anak ke konser2 musik, main ke rumah pemusik…baru deh les musik.