
Sabtu sore, 28 Maret 2009.
Kami sekeluarga berangkat satu pasukan penuh ke Bali Art Festival, menasbihkan diri sebagai penggembira bagi Zaky (11), yang hendak turut menyumbangkan gesekan biolanya bersama Fun-Tastic String Ensemble.
Sekira dua puluh violinis muda memadu nada di Union Square, sebuah panggung terbuka di Cihampelas Walk (Ciwalk), Bandung. Dengan kostum kotak-kotak bak papan catur dan ikat kepala khas Bali lengkap dengan bunga kamboja terselip di daun telinga, FSE membawakan lagu-lagu klasik dan pop, menghibur penonton yang rela berdiri.
Selain FSE, tampil pula pasukan murid dan Guru dari Concordia & Swara Harmony music school. Guyuran hujan yang sempat menunda penampilan mereka memang membuat waswas. Kabarnya, alat musik yang sedianya sudah tertata di panggung harus dikemasi lagi. Namun nampaknya saat itu Tuhan mengijinkan kami turut bersenandung bersama anak-anak, sehingga hujan reda, dan tertunda hingga menit-menit terakhir usainya pertunjukan.
Sesi pertama diawali oleh gebukan drum, disusul rombongan violinis imut asuhan Concordia (rupanya dari sebuah taman kanak-kanak yang menjadikan biola sebagai ekskulnya). Tak ketinggalan bocah ayu berbusana Bali turut memamerkan kepiawaiannya bernyanyi. Selanjutnya, serangkaian penyanyi dan musisi usia sekolah dasar hingga sekolah lanjutan, juga beraksi (aku tak tahu, mana yang dari Concordia, mana yang dari Swara Harmony, mana yang anggota FSE yang tampil menutup sesi pertama…semua berkostum sama: papan catur!)
Setelah jeda untuk sholat Maghrib dan istirahat, sesi kedua kembali menyemarakkan malam itu dengan musik. Kakiku sudah pegal berdiri, adik-adiknya Zaky sudah mulai berhamburan tak betah. Zaky sendiri mulai merayuku minta dibelikan segelas Starbuck, kopi seharga puluhan ribu rupiah. Penasaran, ujarnya. Kutolak. Dia minta J-Co, kutolak. Walau raut kecewanya begitu kentara, dia mau menerima penjelasanku bahwa belum saatnya dia membelanjakan uang demi segelas kopi dan kue yang sedemikian mahal. Saat Zaky berlalu berbekal lima ribu rupiah untuk beli minuman kaleng di supermarket, mataku hangat. Berat juga rasanya, membiarkan dia menahan diri, justru di hari istimewanya.
Back to the stage. Walau pegal, toh suguhan di panggung berdekorasi Bali itu acapkali menahanku beranjak. Hingga pada akhirnya Zaky kembali tampil bareng FSE (lagi-lagi sebagai penutup rangkaian acara malam itu), diam-diam aku bernafas lega. Mungkin begitupun Concordia dan Swara Harmony. Hmmh… akhirnya….
Kami pulang dan menyelamati Zaky atas keberhasilan penampilannya dan keluasan hatinya untuk menahan diri. Selamat untuk Concordia, Swara Harmony, dan Fun-tastic String Ensemble. Insya Allah berikutnya benar-benar manggung di Bali (tanpa tanda kutip), Amien…
Filed under: aku menulis | Leave a Comment
Anna Farida
Inilah wadahku menyimpan sebagian aktifitas sehari-hari yang tak semua bisa tersampaikan, agar tak begitu saja dilupakan. Full-time mommy seperti aku mesti terus berekspresi, agar isi kepala tak membeku oleh ritual rutin, yang kadang hakikatnya tak mampu kumaknai. Blog sederhana ini wujud terima kasihku kepada keluargaku, juga sahabat-sahabatku, yang selalu ada dan mengerubuti aku dengan berbagai bentuk ungkapan cinta. The earth has one only sun, but I've got many! The earth has many stars, and I've got plenty. I wanna step beyond borders, grab all happiness, be thankful all the time....What a beautiful life!search
Click one of them
- aku menulis (39)
- Miscellaneous (6)
- Portofolio terjemahanku (8)
-
RECENT POSTS
-
Recent Comments
carolina on Malaikat Bersayap Satu itu Men… anna farida on Malaikat Bersayap Satu itu Men… imam on Malaikat Bersayap Satu itu Men… Blogroll
have a go
- November 2009 (1)
- September 2009 (1)
- August 2009 (2)
- July 2009 (3)
- June 2009 (2)
- May 2009 (1)
- April 2009 (2)
- March 2009 (2)
- February 2009 (4)
- January 2009 (3)
- December 2008 (4)
- October 2008 (6)
- August 2008 (3)
- July 2008 (2)
- June 2008 (3)
- May 2008 (2)
- April 2008 (4)
- February 2008 (1)
- January 2008 (1)
- December 2007 (8)
No Responses Yet to “Fun-Tastic String Ensemble Manggung di “Bali””