Anna Farida

today is a gift. that's why it's called present

Bahasa bukan sekedar Kosa Kata

Memahami bahasa itu bukan sekedar belajar kata-kata, atau susunan kalimat. Aku membuktikannya selama seminggu di rumah Ibu, di Jawa Tengah. Di rumah Tengaran (begitu kami biasa menyebutnya) ada beberapa orang yang dipercaya ibuku mengurus sapi. Di antara mereka ada pegawai baru, sepasang suami istri yang sudah memiliki anak. Nama anak itu Fadli (umurnya 4 tahun lebih). Anaknya sigap, khas bocah desa yang akrab dengan arit, gerobak, dan tentu saja sapi :-)

Sehari-hari, Fadli hanya bermain dengan orangtuanya dan tukang urus sapi yang lain (baca: orang dewasa). Sudah bisa ditebak, bahasanya juga sangat “dewasa.” Ibuku sempat sebal karena Fadli sering sekali memanggilnya Makdhe atau Mbokdhe (hehe… jika anda ingin tahu artinya, tanyakan kepada orang Jawa Tengah. Akupun sulit menerangkan, mengapa panggilan itu tidak disukai ibuku). Tapi kini Fadli sudah pintar memanggil beliau “Sibu.”

Kedatanganku bersama Ubit (6) dan Luthfa (3) membuat Fadli girang. Tak pernah dia memperoleh teman sebaya selama beberapa bulan di Rumah Tengaran. Segala upaya dia lakukan untuk menarik perhatian anak-anakku, agar mau main bersamanya. Fadli tak paham bahasa Indonesia, Ubit dan luthfa tak paham bahasa Jawa. Mulailah berbagai dialog lucu terdengar.

Untuk paham dialog anak-anak saya dengan Fadli ini, mungkin anda perlu penerjemah bahasa Jawa. Saya tak ingin mengurangi nilai linguistiknya dengan menuliskan terjemahannya.

Reneo…
Apa?
Rene ki lho…
Apa sih?
Ayo ndhelik neng kene
Apa?
Wah jan, cah iki ra ngerti opo-opo
Kamu lagi ngapain?
Ndhelik kene
Kamu lagi sembunyi?
Kene…..lha, pinter. Ndhelik kene.

Mas Ubit… aku gawekno koyo kuwi
apa?
Kuwi lho, sing mbok cekel kuwi
Ini? Pedang?
Iyo. Ooo kuwi pedang to jenenge?
Ya. ntar.

Itu hanya dua adegan. Banyak sekali adegan menarik di antara anak-anak yang tidak saling mengerti bahasa masing-masing. Toh mereka bermain dengan tulus dan gembira. Faktanya, bahasa sama sekali bukan sekedar kosa kata.

Advertisement

3 Comments

  1. hi hi, lucu y :)

  2. wiwin

    hebat..u makes me envy always with ur naive and brilliant insight, this just really good. I like it :x

  3. @ Dwi: Iya Dwi, lumayan buat hiburan hehe
    @Wiwin: You envy me I envy you, both of us envy envyan hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.