Anna Farida

today is a gift. that's why it's called present

EMPAL GENTONG: Don’t judge a food by its name :-)

Bulan lalu, aku bersama Luthfa (3 th) dan suami pulang dari menengok ibuku di Jawa Tengah. Saat sampai di  wilayah Cirebon, kami melewati beberapa warung makan yang menawarkan empal gentong. Biasanya, kalau lapar di perjalanan, kami memilih warung Padang. Kali ini lain. Suamiku bertanya,

Empal gentong apaan sih?

Belum pernah makan sih, tapi pasti makanan dari daging. Paling daging seperti gepuk di daerah Sunda. Kaya rendang Padang, tapi manis gurih tanpa cabe. Di Jawa Tengah, gepuk itu nyaris sama dengan empal. Kan Cirebon dekat dengan Jawa, jadi kayanya sejenis itu deh.

Kenapa Gentong?

Mungkin daging empalnya disimpan di dalam gentong. Kan kalau masaknya di wadah dari tanah rasanya lebih enak.

Oooo…. Kita cobain, yuk?

Singkat cerita, terpilihlah sebuah warung makan kecil yang menempati garasi sebuah rumah. Langkah kami disambut oleh gentong tanah liat besar di atas kompor yang menyala redup. Kami segera memesan satu-satunya menu yang ada di sana, selain teh hangat manis.

Empal gentong dua, Bu…

Pakai nasi?

Ya…

Dengan waspada kami perhatikan penjualnya yang sudah sepuh bergerak lamban. Dua piring nasi disiapkan. Kemudian dua mangkuk kecil. Mangkuk? Aku mulai heran.

Begitu tangan keriput itu mengulurkan sendok sayur panjang ke dalam gentong, dan menuangkan kuah santan kekuningan ke mangkuk, suamiku memandangku sambil mencibir puas.

Aku menyantap hidangan kejutan itu tanpa selera. Lagipula, citarasanya aneh—daging campur jeroan, dan aroma ketumbarnya tajam sekali—sampai Luthfa lebih memilih makan nasi putih saja. Suamiku memilih untuk menuangkan banyak kecap dan sambal di mangkuknya.

Sebelum akhirnya kami tancap gas, terdengar suara riang tapi membuatku sebal setengah mati, Empal Gentong. Daging empal di dalam gentong. Pede banget sih. Ibuu…ibu….. kalau sambal bajak apaan coba?

Advertisement

2 Comments

  1. wiwin

    kalo aku suka banget bu empal gentingnya uenakk….ko kau tak sukeu kah?

    • Mungkin aku bakal suka kalau tidak didahului sok tau dan salah sangka hehehe… Kan malu, udah kepedean ternyata salah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.