WHAT SHOULD I WRITE THEN?

lutfabola.jpg

Hari-hari terakhir ini benar-benar fully-booked!

Banyak sekali yang hendak tertumpah dari kepala, dan tertuang dalam jalinan kata, namun banyak hal yang membuatku harus menunggu.

Naskah buku anak yang sangat ingin kuterbitkan, terjemahan yang sangat ingin segera kuselesaikan, blog yang sangat ingin ku-update, anak-anak yang sangat ingin kuajak bermain, keluarga yang sangat ingin kumuliakan, puluhan artikel pengasuhan yang ingin kubaca, setumpuk buku baru yang ingin kutekuni, rumah yang ingin kujaga kerapihannya, masak yang layak untuk keluarga (bukan telor dadar melulu) semua ingin kurengkuh, ingin kukerjakan dengan antusiasme yang sama.

Kadang saat ada banyak hal yang hendak kutulis, mendadak tugas muliaku sebagai ibu memanggil. Kemudian saat untaian cahaya mataku terlelap, aku pun tak tahan melihat bantal yang melambai-lambai … jadi ikutan pulas, deh.

Ya begini, saat senggang yang sebenarnya mahal harganya, aku justru sedang tak punya api untuk membakar ide apa pun di kepalaku. Di saat seperti ini, suara yang paling ingin kudengar adalah tangisan bayiku, agar aku bisa segera ke kasurnya yang terhampar di lantai, kemudian mendekapnya. Dengan begitu, tanpa rasa bersalah sedikit pun, aku bisa ikut terlelap sambil membuainya.

Begitulah ….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s