Begadang bikin Kanker Hati ?

Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini menemukan kasus dokter muda berusia 37 tahun yang diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm! Nah…. Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan.
Penyebab utama kerusakan hati adalah :
1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama
2. Tidak buang air di pagi hari.
3. Pola makan yang terlalu berlebihan.
4. Tidak makan pagi.
5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.
7. Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit.
8. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/ 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

Info seram itu kuperoleh dari posting seorang kawan yang entah pula dia dapat dari mana. Dah terlalu rajin kali beredar di kalangan tukang begadang. Yang jelas, begitu baca, aku langsung keder…cari info sana sini.

Kanker hati? Siapa tak gentar membayangkannya? Padahal, hampir tiap malam aku begadang menekuni layar komputer. Siang baru tidur… Alasannya sederhana: Bekerja di malam hari relatif lebih nyaman dan sepi dari kelincahan anak-anak. Trus…kalau dipikir-pikir, kasihan juga yaa…para pramugari, supir bus malam, para night guard, penjaga loket gedung bioskop midnight, buruh pabrik yang kena shift malam mereka semua (termasuk aku menabung kanker hati….Naudzubillah…).

Belum lagi soal osteoporosis yang mengancam mayoritas perempuan…berbagai jenis kanker lain….wuihhh…ngeri…

Walaupun begitu, (mudah-mudahan) tak akan ada yang mampu menggerogoti jasmani ketika optimisme dan keyakinan tetap ada. Setidaknya, ada riset yang membuktikan bahwa stress adalah salah satu sumber penyakit. Artinya, kalau aku stress karena berpikir bakal kena kanker hati gara-gara begadang…bisa-bisa kena betulan deh…

“The Secret” tulisan Rhonda Byrne cukup menginspirasi. Fokus pada apa-apa yang kuinginkan. Aku ingin sehat lahir batin, aku ingin jadi istri yang baik, aku ingin jadi ibu yang baik, aku ingin jadi pribadi yang baik…Apa yang kutakutkan tak perlu kupikirkan , tak perlu kubicarakan (trus….buat apa yaaa…kutuliskan?, sekedar curhat aja gitu? Bukan…sekedar pembuka bahasan boleh lah… )

Lebih baik, sekarang aku mulai memperbaiki kualitas hidup. Makan lebih sehat, berpikir lebih positif, shalat dan berdoa lebih khusyu, olah raga teratur (???)…dan yang paling penting: berhenti takut.

Tapi…bukankah ketakutan dan harapan itu harus senantiasa berjalan beriringan? Agar aku optimis di satu sisi, dan berhati-hati di sisi lainnya.

So?

Pemutakhiran 7 tahun kemudian:

Artikel ini saya pertahankan dalam kondisi asli sebagai contoh proses belajar. Inilah wujud tulisan saya tahun 2008. Pernah saya jadikan materi ajar Pelatihan EYD, dan peserta tak percaya kalau ini tulisan saya.

Sejak tahun 2013, saya mulai rajin berbagi wawasan tentang belajar Ejaan Yang Disempurnakan alias EYD di berbagai media. Hingga disebut sebagai Guru EYD pun, saya masih sering terpeleset. Take it easy. Belajar tiada henti, berbagi penuh nyali, di antaranya nyali berani malu ketika ada yang nemu tulisan seperti ini, huehehe …

Salam EYD.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s