Bu! Kita Jadi Artis!

artis !!!

artis!

Berawal dari keisenganku menjawab permintaan seorang wartawan Mom & Kiddie di milis, foto & secuil kisah keluargaku saat aku sakit nampang di tabloid. Ini edisi khusus hari ibu.

Suamiku kupesan untuk beli tabloid Mom & Kiddie edisi 11, 8 Des 08 sambil jemput Zaky latihan ensembel biola. Sampai di rumah, si sulung teriak heboh, ”Bu! Ibu! Kita jadi artis!

Berikut kisahnya:

Saat itu kami baru selesai sahur. Setelah seharian sibuk dengan anak-anak, badan yang mulai meriang kuabaikan. Namun menjelang subuh, seluruh persendian ngilu tak tertahankan. Perutku mendadak teraduk. Mual sekali. Kupanggil Zaky (10 th), putra sulungku, yang segera sigap ke kamarku dan melihatku meringkuk kesakitan.

Kuminta dia mengambil air hangat. Kubalur tubuhku dengan minyak kayu putih, tapi perutku kian tegang dan kakiku mulai dingin. Zaky menatapku cemas sambil mengusap-usap kakiku. Luthfa, putriku (4 bln) yang semula tenang menyusu mulai rewel tak tentu. Saat pandanganku mulai kabur, aku takut. Di rumah hanya ada aku dan anak-anak. Suamiku sedang di Papua menjenguk mertuaku yang sakit. Kuminta Zaky ke rumah tetangga depan dan minta bantuan, agar setidaknya ada yang mengasuh Luthfa sementara aku istirahat sejam dua jam.

Kucoba mengatur napas dan tidur. Tak juga berhasil. Aku muntah dan bolak-balik terhuyung ke kamar mandi. Lemas sekali. Sudah cukup. Aku harus ke rumah sakit.

Diantar tetangga, aku terpaksa meninggalkan 4 anak (9 th, 6 th, 3 th, dan bayi 4 bulan yang masih dapat ASI eksklusif).

Aku kena demam berdarah dan harus opname. Lewat telepon kukabari suamiku, dan kukatakan aku akan baik-baik saja. Ibu mertuaku yang sakit keras jauh lebih memerlukan kehadirannya daripada aku. Aku akan aman di rumah sakit dan anak-anakku akan baik-baik saja dengan tetangga. Katanya, lihat perkembanganku hari ini, kalau memburuk, dia akan pulang.

Tak lama kemudian adik iparku datang ke rumah sakit, mengurus aku yang muntah tanpa henti. Tetangga yang mengantarku pulang dulu mengambil baju ganti dan keperluan lain. Aku juga tak berniat mengabari ibuku yang tinggal di Jateng. Tapi karena firasatnya yang tajam, dia telepon ke rumah dan anak-anak dengan polos melapor kalau aku opname.

Keesokan harinya neneknya anak-anak datang. Belakangan aku tahu ketika dia tiba, banyak tetangga sedang di rumah, menemani anak-anak. Adik iparku yang perempuan juga sengaja pulang dari Papua untuk menemani aku di rumah sakit. Pendeknya, keadaan terkendali. Ada adik iparku dan beberapa teman di rumah sakit, ada ibuku dan tetangga siaga di rumah.

Di rumah sakit, aku bertekad segera pulih. Hari pertama aku sama sekali tak bisa bangun, karena ulu hatiku sakit sekali. Ibuku datang pagi-pagi dan menyuapi aku dengan nasi lembek dan sayur.

“Tenang saja,” hiburnya, “anak-anak baik-baik saja.”

Walaupun begitu, aku bersikeras mau cepat pulang, padahal  dokter memutuskan bahwa minimal aku harus opname lima hari. Aku berjanji mau datang tiap hari untuk tes darah, asal boleh pulang. Kusampaikan bahwa aku tetap tak bisa istirahat karena stress ingat anak-anak, terutama bayiku.

Akhirnya setelah 3 hari di rumah sakit, aku menandatangani surat pulang paksa, dan diwajibkan datang keesokan harinya untuk tes darah. Aku pulang, disambut oleh tatapan bengong anak-anak, dan tangis si bungsu. Bagaimanapun, di antara keluarga dan tetangga, istirahatku jauh lebih nyaman. Sejak itu, aku sangat hati-hati dengan kesehatan. Ketika seorang ibu sakit, ternyata perlu sekian banyak orang untuk ikut sibuk. Terimakasih Mami, anak-anak, adik-adikku, kawan-kawan, juga tetanggaku. You’re all the best.

Kepada seluruh Ibu, Selamat Hari Ibu….no more words I can say

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s