the Moore Formula atau Zaky Formula?

Sudah nyaris dua tahun ini, Zaky (11) mengajar bahasa Inggris ke anak-anak di gang kami. Kini muridnya bahkan sudah meluas ke blok lain.  Sekitar 10-15 anak datang setiap Sabtu Minggu untuk les inggris sejam (begitu kata mereka) sesudahnya main bareng.

Awalnya, dia baca sebuah novel terbitan Mizan, Bocah-Bocah di Pagar. Kemudian, atas inisiatif sendiri,  Zaky bikin pamflet & ditempel di pengumuman RT. Dengan gaya bahasa yang polos, dia mengajak anak-anak  sebayanya dan yang lebih kecil untuk les Gratis. Hingga kini muridnya bertahan. Aku pernah mengadakan Lomba Berani Berbahasa Inggris untuk murid-muridnya. Anak-anak yang awalnya hanya cekikikan kalau disuruh ngomong Inggris, kini jadi berani bicara. Bagiku, itu lebih dari cukup.

Zaky tak pernah meminta pendapatku (padahal aku sering gatel pingin nimbrung). Walaupun begitu, dia tak pernah segan dan gengsi untuk kabur sejenak dari “kelasnya” untuk bertanya padaku jika ada hal yang dia ragukan (misalnya ada kosa kata yang dia tidak tahu). Sebagian bahan ajarnya sempat kuarsipkan diam-diam, dan kebanyakan lenyap keburu dihapusnya sendiri.

Aku tak pernah belajar dan mengajarkan pada Zaky Moore Formula (Metode homeschooling dengan memadukan study, work, & service community). Ternyata dia telah menemukan formulanya sendiri.

tulisan terkait:

Pintu Ilmu, Taman Bacaan Anak di Gang Kami

Anakku Lebih Pede

Advertisements

One thought on “the Moore Formula atau Zaky Formula?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s