BUKU

Isi kamera kami harus selalu dipilah karena anak-anak hobi memotret apapun, termasuk gambar  aneh seperti dinding kosong, gigi ompong, amandel, apapun. Nah, baru saja kutemukan foto ini:

berkubang di antara buku

berkubang di antara buku

Aku terharu. Kuingat, Sabtu lalu, anak-anak yang biasa main di Pintu Ilmu belajar Bahasa Inggris dengan Zaky (anak sulungku, 11). Walau puasa, mereka tetap giat dan ceria. Selesai belajar, mulailah mereka merancang kegiatan ngabuburit. Ada yang usul main ke taman, tanding pingpong, sampai berangkat berenang (panas sedang sangat terik, membuat usul-usul tadi menguap begitu rupa).

Saat mereka bingung, Zaky usul, “Perpustakaan kita ini kan kecil. Bagaimana kalau kita tata ulang saja biar lebih rapi…” Mereka menyambut dengan antusias. Zaky segera memberi komando, “Kalian turunkan semuanya dari rak, trus dikelompokkan: majalah, buku cerita, buku pengetahuan, komik, buku pelajaran, buku yang kecil, yang besar….Kakak mau ngetik dulu nama yang mau ditempel di raknya.”

Dan tangan-tangan kecil itu mulai bekerja. Semua rak dikosongkan. Perdebatan kecil mulai kudengar dari seberang rumah: Ini buku cerita, bukan buku pengetahuan…. Ini kan buku yang kecil… Buku ini di rak yang itu aja… Ada juga yang justru “tersesat” asyik membaca buku yang seharusnya ditata dulu, lantas terjengkang karena diteriaki teman-temannya.

Hangat sekali hatiku, melihat anak-anak berkubang di antara buku, berceloteh tentang buku, berdebat tentang buku, menata buku, membaca buku….

Advertisements

5 thoughts on “BUKU

  1. Men-Tasyakuri Ke besaran Allah, ternyata tidak hanya melalui fenomena Alam, seperti gunung, laut, alam semesta,…tetapi ternyata, celotehan anak-anak yangg senantiasa mengiringi kehidupan keseharian kita membuktikan bahwa Allah.., selalu memberi kejutan2 kecil yang bisa membuat kita tersenyum seraya menikmati hadiah indah dari Allah. Semoga Allah selalu menunjukki, mengiringi serta menghantarkan anak2 kita menuju jalan yang lurus…jalan yang Engkau ridhai…amin.

    • amien…. anak-anak adalah cermin dan jendela. Pada mereka kita berkaca, melalui mereka juga kita melongok khasanah dunia….(anak-anak juga yang bikin ibu-ibu mendadak jadi pujangga heheh…)

  2. Sudah 2x sabtu minggu saya sekeluarga membereskan buku2 di rumah, awalnya anak2 juga ikutan…tapi kesininya saya single fighter. Ceritanya melanjutkan program perpustakaan keluarga yg dulu sempat terbengkalai…hmmm, lumayan capek juga, tapi memang asyik. Sekarang semua buku terpusat di lantai atas, dihampari karpet rotan khas kalimantan, meja kecil buat laptop, dan bantal guling berupa boneka beruang dan anjing yg dibeli ummi + izzah di pasar kaget minggu pagi. Obsesiku membuat perpustakaan rumah yg ideal sehingga memicu anak2 terawat minat bacanya. Lebih jauh, bisa jadi perpustakaan komunitas/masyarakat. Ide bagus lagi kalo tiap rumah yg punya perpus bisa saling sharing buku. Kapan2 kita ngobrol2 ttg perpus ini, bareng anak2 juga, siapapun boleh ikutan. Kita cobain terobos cara2 meng upgrade minat baca. Satu lagi, kalo perpus SIGM juga dibuat WOW! akan lebih menarik anak2, konon budget perpus SIGM untuk pengadaan buku Rp 400.000/bulan…hmmm cukup besar.

  3. HAdeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee, kau really briliant, asli cerdas luar dalam, lahir batin. KAlo guwa cowok gua naksir berat kau Honey…

    Tulari aku dengan kegilaanmu itu !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s