Bahasa Bukan Sekadar Kosakata

Memahami bahasa bukan sekadar belajar kata-kata, atau susunan kalimat. Aku membuktikannya selama seminggu di rumah Mami di Jawa Tengah. Di rumah Tengaran (begitu kami biasa menyebutnya) ada beberapa orang yang dipercaya ibuku mengurus sapi. Di antara mereka ada pegawai baru, sepasang suami istri yang sudah memiliki anak bernama  Fadli. Umurnya 4 tahun lebih, anaknya sigap, khas bocah desa yang akrab dengan arit, gerobak, dan tentu saja sapi 🙂

Sehari-hari, Fadli hanya bermain dengan orang tuanya dan tukang urus sapi yang lain. artinya, semua temannya adalah orang dewasa.

Bisa ditebak, bahasanya juga sangat “dewasa”. Ibuku sempat sebal karena Fadli sering memanggilnya Makdhe atau Mbokdhe. Hehe … jika Anda ingin tahu artinya, tanyakan kepada orang Jawa Tengah. Aku pun sulit menerangkan, mengapa panggilan itu tidak disukai ibuku. Syukurlah, kini Fadli sudah pintar memanggil beliau “Sibu”. Suasana sebal pun tak lagi ada.

Kedatanganku bersama Ubit (6) dan Luthfa (3) saat liburan membuat Fadli girang. Tak pernah dia memperoleh teman sebaya selama beberapa bulan di Rumah Tengaran. Segala upaya dia lakukan untuk menarik perhatian anak-anakku, agar mau main bersamanya.

Fadli tak paham bahasa Indonesia, Ubit dan luthfa tak pandai berbahasa Jawa (salahkan ibunya).

Mulailah berbagai dialog lucu terdengar. Untuk memahami dialog anak-anak saya dengan Fadli, mungkin Anda perlu penerjemah bahasa Jawa. Saya tak ingin mengurangi keindahan nilai linguistiknya dengan menuliskan terjemahannya di sini.

Reneo …

Apa?

Rene ki lho …

Apa, sih?

Ayo ndhelik neng kene.

Apa?

Wah jan, cah iki ra ngerti opo-opo

Kamu lagi ngapain?

Ndhelik kene.

Kamu lagi sembunyi?

Kene … lha, pinter. Ndhelik kene.

Di kesempatan lain:

Mas Ubit … aku gawekno koyo kuwi

Apa?

Kuwi lho, sing mbok cekel kuwi.

Ini? Pedang?

Iyo. Ooo kuwi pedhang to jenenge?

Ya, ntar.

Itu hanya dua adegan. Banyak sekali adegan menarik di antara anak-anak yang tidak saling mengerti bahasa masing-masing. Toh mereka bermain dengan tulus dan gembira. Faktanya, bahasa sama sekali bukan sekadar kosa kata.

Advertisements

3 thoughts on “Bahasa Bukan Sekadar Kosakata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s