Gathering Blogger Mizan 2012

Seru!

Itu kesanku tentang Gathering Blogger Mizan 2012, Sabtu, 7 April 2012.

Begitu duduk, aku segera ngobrol dengan teman semeja. Mbak Indah Juli dengan semangat memandu semua peserta saling berkenalan. Acara ini dihadiri oleh blogger dari Bandung, Jakarta, Bali, Medan, Yogyakarta…–mana lagi, ya?

Sambil lalu, kuedarkan catatanku untuk diisi nama blog masing-masing. Tiba-tiba ibu di hadapanku bertanya,

“Anna Farida, ya?”

“Ya…”

“Aku Tika Hapsari…”

Whuaaa!

Kembar Dadakan

Kembar Dadakan

Ternyata dia adalah teman virtual-ku di komunitas pendidikan  rumah. Siapa sangka kami justru bertemu di sini. Akhirnya, kami jadi anak kembar dadakan seharian. Ke mana-mana berdua hahaha…

Rumpian mengalir tentang blog, buku, dan pendidikan, termasuk provokasiku kepadanya agar food blog-nya, “Cemplang-cemplung”  dijadikan buku.

Aku juga berkenalan dengan Duo Rina.  Rina Amalia adalah blogger, pemilik Tanda Tanya. Yang satu adalah Rina Wulandari, editor Nourabooks.  Ada juga Putri Nimita yang menjawab kebingunganku tentang aneka lini penerbitan yang ada di Mizan.

Obrolan terhenti karena Muhammad Assad mulai menyampaikan materi.  Dia berbagi banyak tips agar blog bisa bertransformasi menjadi buku best seller.

Salah satu tips terpenting adalah menata blog agar konten atau isinya fokus ke satu bidang, atau setidaknya, postingnya saling relevan. Assad yang sukses dengan buku Notes from Qatar yang berasal dari catatan harian di blog-nya itu memantik semangat para blogger.  Aku juga jadi semangat untuk mempertajam blog Teaching Adventure yang kuisi dengan tema pendidikan aternatif.

“Tidak ada sukses yang tiba-tiba. Sukses yang benar itu pasti direncanakan,” begitu pesannya.

Eh, aku juga bertemu Anwar Holid, penulis “Keep Your Hand Moving,” salah satu buku panduanku menyunting naskah.

Setelah makan siang, sesi kedua adalah materi dari Pidi Baiq.

Aduh!

Penulis Drunken Mama, Drunken Monster, Drunken Marmut, dan Drunken Molen itu membolak-balikkan banyak hal. Aku merasa dia mengajak kami menertawakan diri sendiri. Pengalaman hidupnya sebagai blogger  dan sebagai penulis dia ceritakan dan sikapi dengan gaya cenderung semaunya.

Menulislah dengan hati ringan. Menjadi buku best seller adalah konsekuensinya—itulah pesan besar yang berhasil kutangkap di antara derai tawa yang tak kunjung henti.

From Blog to Best Seller Books!

From Blog to Best Seller Books!

Acara diakhiri dengan berkenalan dengan para editor Mizan Pustaka dan perbincangan berlanjut dengan masing-masing editor yang dirasa sesuai dengan naskah yang hendak diajukan para blogger. Aku berkesempatan duduk semeja dengan Yuliani Liputo, salah satu penerjemah yang kukagumi, juga Mbak Dias (editor Qanita) dan Mbak Esti (editor di Mizan juga). Semua ramah, hangat, dan menanti naskah terbaik dari para blogger.

Terima kasih, Mizan Pustaka, ditunggu gathering berikutnya 🙂

Selanjutnya… menanti jemputan!

Satu jam di lobby hotel Amaroossa Bandung menghasilkan dua halaman naskah untuk buku terbaru. Lumayaan… Soalnya aku lebih sering melirik para tamu yang lalu lalang dengan berbagai gaya, hehehe…

Selanjutnya lagi… home messy home, but still… home sweet home ;-)

Advertisements

8 thoughts on “Gathering Blogger Mizan 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s