Aku, Memasak, dan Mantan Pacar

Di antara masakan teman-temanku, coba temukan karyaku

Di antara masakan teman-temanku, temukan karyaku (foto dok. teman-temanku)

Banyak temanku yang pintar memasak. Mereka rajin mencoba dan membuat resep baru. Saat mereka pamer foto masakan, aku hanya bisa nyengir. Tampaknya selalu enak.

Bagiku masak itu seperti mantan pacar. Pingiiin ketemu, tapi enggan risikonya, hehehe …

Berikut beberapa peristiwa konyol saat aku memasak dan masih pantas diceritakan.

Coba cari steamed banana cake buatanku

Cari steamed banana cake buatanku di antara mahakarya teman-temanku (foto dok. teman-temanku)

Aku ditantang teman-teman untuk bikin steamed banana cake yang diklaim amat sangat super mudah. Temanku yang tak biasa bikin kue saja bisa, kok. Jadi aku yakin bisa.

Bahan dan cara membuatnya sangat sederhana, tapi air yang tak kutakar ternyata terlalu banyak. Dengan santai kutambahkan terigu dan gula. Dan hasilnya O ow … keras sekali dan bau terigu.

Dengan berisik dan penuh kasih, teman-teman memberiku aneka saran agar kueku bisa dipermak. Ada juga yang dengan bahagia menuduhku anarkis karena menyelewengkan resep hahaha ….

Tak sempat kulaksanakan titah mereka, dan bolu pisang gagal itu menginap di kulkas dua hari.

Hari ketiga ada juga yang melirik, “Enak kok Bu, seperti nagasari!”

Tuh, kan, habis juga, hehe.

Never try this at home!

Never try this at home!

Suatu hari kakak iparku datang dari Papua. Beliau mengajari anak-anak membuat onde-onde penyu dari tepung ketan, kelapa parut, dan gula merah. Aku tidak ikutan sibuk dan ke dapur hanya untuk icip-icip. Kue segera matang dan anak-anak suka sekali.

Keesokan harinya, aku bikin sarapan. Ah, ada tempe lumayan besar di kulkas. Dengan semangat kuiris tipis untuk bikin mendoan. Kubuat adonan tepung semangkuk besar. Singkat cerita, matanglah si mendoan. Aku sempat curiga mengapa ketika kugoreng lengket di wajan. Kucicipi kok rasanya aneh. Melar melar gitu seperti lem.

Uh oh … ketika kukonfirmasi ke omnya anak-anak, ternyata yang kupakai untuk adonan mendoan itu bukan terigu, melainkan tepung ketan. Terlalu, haha … aku bahkan nggak bisa bedain tepung terigu dan tepung ketan!

Oseng tahu kebanggaanku

Oseng tahu kebanggaanku

Aku pernah membuat oseng-oseng tahu. Pas suamiku mencicipi… dia memanggilku. “Bu, sini deh. Cicipi.”

“Hmmmp asin sekali!” teriakku. “Sawinya masih alot!”

Akhirnya oseng-oseng itu kutarik dari meja makan, kutambah tahu sebungkus, kupanaskan, dan kuhidangkan lagi hehe ….

Resep pempek adaan yang dibuat seorang teman dan dia klaim pula sangat mudah, ketika kubuat jadi benda ajaib. Yang kuangkat dari penggorengan bukan pempek tapi adonan seliat karet penghapus.

Eits … tapi jangan salah. Aku paling pintar masak sayur sop. Dijamin enak. Hanya itu yang aku yakin bisa, dan serumah pasti doyan. Jarang ada kecelakaan dalam prosesnya. Paling kebanyakan merica. Aku juga pintar masak telur ceplok, telur dadar, orak-arik telur, dan telur kecap. Aku bersyukur, Allah menciptakan telur di antara sekian bahan masakan yang tak bisa kutangani.

Berkat sisa saus spaghetti di kulkas, jadilah ceplok vla barbeque haha

Berkat sisa saus spaghetti di kulkas, jadilah ceplok vla barbeque haha

Sesekali masakanku enak, tapi biasanya itu tak sengaja. Aku pernah mempresto ayam dan lupa berapa lama. Akhirnya yang kuhasilkan adalah ayam tulang lunak. Anak-anak nggak mau berhenti makan.

Hmmh, tahu gitu tadi bikin tiga kilo.

Aku juga pernah menggoreng tahu kelamaan, hasilnya keripik tahu. Suamiku suka.

Aku pernah bikin puding dan terlalu encer, sampai disendok pun susah. Kumasukkan ke freezer, jadilah es krim maksa.

Tumis-tumisan yang kubuat kadang enak kadang nggak. Sayur bersantan juga begitu. Umm … suamiku suka pecel. Tinggal rebus sayur, siram bumbu kacang—mungkin sudah pupus harapannya kumasakin yang susah-susah.

Aku punya sejumlah buku resep, tapi hanya suka membacanya. Jadi, masihkah kamu mau bertamu ke rumahku? Karena telor ceplok yang akan menyambutmu hehe ….

Advertisements

5 thoughts on “Aku, Memasak, dan Mantan Pacar

  1. Pingback: Kelompok Rahasia Paling Indonesia « Anna Farida

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s