PILAR BATU

Berjalan di lorong pilar batu, di rumah masa lalumu

Menapaki jalan yang sama, yang dulu kau lalui

Kupandang penutup kaca dan bertanya

Adakah kau pernah memandangnya jua?

Sesaat kemudian,

Aku duduk diam di selasar

Orang lalu lalang di Rumah-Nya

Membuatku tertegun dalam makna

Hingga sebuah panggilan menyapa

Ah… tiba juga saatnya

Aku harus pulang dengan senyuman

(Bandung, 25 April 2012)

Nemu coretan di harddisk. Kutulis malam hari, setelah siangnya aku mengunjungi kampus seorang kawan yang telah tiada. Teriring seribu doa 🙂