Random act of kindness

Status Facebook Ines Puspita hari ini membuatku ingin berbagi cerita.

Kemarin, tengah hari, sepeda motorku mogok di tengah perempatan Buahbatu yang kejam. Perempatan besar itu terkenal dengan durasi lampu merah yang sangat lama. Akibatnya, begitu lampu hijau menyala, adu balap jadi hal biasa.

Klakson mobil-mobil besar yang kuhalangi membuat ciut nyali. Tak ada yang mau mengerti, semua ingin segera berlari, mungkin sambil memaki–eh, suuzon itu, sih.

Aku berusaha tenang dan menghidupkan mesin, tapi gagal lagi dan lagi. Itu upah mengabaikan peringatan suami, untuk singgah ke bengkel: perawatan rutin dan ganti oli (Yes, Darling, silakan tertawa).

Puluhan sepeda motor menyambar kencang dari belakang, membuatku tak berani bergerak. Sementara itu, koor klakson yang berteriak makin mendesak. Lama-lama aku panik juga.

Bagaimana ini?

Tiba-tiba, dari samping kiri, seorang tukang batagor (atau apa aku tak yakin) perlahan menerobos arus. Begitu sampai di dekatku, dia mengangguk singkat. Sambil gugup aku mengikuti langkahnya. Gerobaknya jadi tameng, menuntunku menyeberang jalan raya.

Begitu kami sampai di pinggir, dia bergegas menjauh, mengejar lampu hijau berikutnya. Aku yang masih linglung, tak sempat berterima kasih. Tersenyum pun tidak.

Semoga kebaikan dan keberkahan selalu melimpah kepadamu dan keluargamu, Pak. Terima kasih… terima kasih…