Yang Tak Menghancurkanmu Menguatkanmu


Muhammad Zaky kiniWas mich nicht umbringt macht mich stärker (Friedrich Nietzsche)

Winner never quits, quitter never wins (Vince Lombardi)
Fortis fortuna adiuvat, fortunes favor the bolds

Nah, kalau yang ini sebuah riwayat:

Suatu hari ujian datang menghadap Tuhan.
Dia bertanya, “Ya Allah, hari ini saya harus ke mana?”

Tuhan menjawab: “Pergilah kepada para kekasih-Ku. Datangi mereka agar mereka menjadi kuat dan selalu mengingat-Ku”

Sambutan wisuda yang sarat makna membuat mataku tak henti menghangat.

Berawal dari sebuah kisah tentang seorang anak bernama Agus Sitompul yang mudah sakit tapi super garang. Tak satu pun temannya lolos dari kegalakannya, semua anak pernah dibuatnya menangis. Singkatnya, he’s a trouble maker.

Walaupun begitu, dia anak yang sangat taat. Tak pernah sekali pun panggilan emaknya dia abaikan, dan setiap malam, dia tidur di dekat kaki ibunya itu. Setiap malam hingga fajar, dia menghirup wewangian surga.

Sejak remaja hingga tumbuh dewasa, Agus Tompul–demikian julukannya–bekerja serabutan.

“Kenapa nggak kerja ke luar kota seperti sudara-saudaramu, Gus?” tanya orang-orang.

“Kalau aku ke luar kota, siapa yang urus emakku?” sahutnya sambil lalu.

Suatu pagi, Agus Tompul sedang mengecat lantai dua rumah tetangganya. Dia biasa masuk kerja lebih pagi dari tukang-tukang lain.

Tak diduga dia terjatuh dan kepalanya menghantam tanah. Tak ada yang mendengar teriakannya, mungkin baru beberapa jam kemudian ada yang menemukannya.

Dalam keadaan pingsan pemuda itu diangkut ke rumah sakit, dan meninggal tak lama sesudahnya.

Hasil x-ray menunjukkan bahwa selama ini paru-paru Agus hanya separuh. Tak heran dia mudah sekali sakit sejak kecil, dan pasti selalu merasa kesakitan selama hidupnya.

Tapi Agus tak pernah mengeluh. Paru-paru yang abnormal tidak menghancurkannya, dia tetap tegak sebagai penjaga ibunya hingga akhir hayatnya.

Suasana senyap.

Kisah Agus yang sederhana memberikan pesan yang kuat tentang keteguhan dalam kesulitan. Anak-anak yang hari ini diwisuda pun terdiam. Masa SMA telah berlalu … and here come the jungle 🙂

Karenanya, tiga kalimat penyemangat dan satu riwayat itu jadi penting adanya.

Muhammad Zaky bayiNah, selamat, Muhammad Zaky.

Hidupmu akan lebih menantang, perjalananmu akan lebih seru.

Saatnya ibumu ini mulai melepaskan genggaman, merelakanmu menempuh jalanmu.

Di antara kesibukanmu nanti, semoga tetap punya waktu untuk bantu-bantu ibu cuci piring dan angkat jemuran #modus

Penafian: tulisan di atas kutangkap sepotong-sepotong. Aku duduk di barisan belakang karena suatu sebab–biasanya aku berusaha duduk di depan (siapa yang tanya? :-p )

Jadi jika ada yang terlewat atau salah tangkap ya mohon dimaklumi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s