Tanya Jawab Seputar Bullying

Salam Sehati, Bapak Ibu.

Materi kulwap kita kali ini adalah bullying pada anak. 😔

Orang tua saling bully bisa dianggap guyonan, tapi anak saling bully sungguh perlu diperhatikan.

Bullying atau mulai lazim disebut dengan perisakan melibatkan tiga pihak: penindas, korban, dan penonton.

🌿🍃

Penindas puas, korban sedih, penonton galau. Bahkan penonton juga bisa kita kelompokkan sebagai korban, karena kita perlu pertanyakan mengapa mereka diam.

Apa yang mereka rasakan ketika temannya ditindas? Jika mereka takut membela kemudian diam, berarti dia pun korban.

Banyak anak yang diam-diam kecewa pada dirinya sendiri karena tak bisa berbuat apa-apa dan jadi penonton. 😔

Apa yang bisa dilakukan orang tua?

Mengecam ketakutan mereka jelas tidak bijak. Ketakutan mereka kan wajar. Saya sering dapati anak yang dimarahi orang tuanya karena takut kucing atau kecoak, misalnya.

Anak itu dihina dengan kalimat, “Payah. Masa sama kucing aja takut!” 😡

Sedih banget. Sudah ketakutan, tidak dibela, pula.

Jadi, untuk menghindari dan meredakan bullying, ajak dia mulai dengan trik berikut ini

1. Jika ada teman dibully, diamkan dulu. Jangan ikut tertawa, apalagi ikut berkomentar buruk. Bully biasanya caper. Makin banyak yang ribut makin senanglah dia.

2. Alihkan perhatian teman lain yang menonton, misalnya dengan berseru, “Eh, itu siapa yang ke sini?”

3. Temani anak yang jadi korban bully

4. Laporkan ke orang dewasa.
Bedakan antara lapor dan mengadu. Lapor untuk mencegah hal buruk terjadi, ngadu untuk bikin pelaku dihukum. Jadi tak perlu malu dibilang tukang lapor karena dia bertujuan baik.

5. Bekali anak dengan kemampuan yg membuat dia percaya diri, bisa akademis atau non akademis. Anak yang merasa tidak punya kelebihan cenderung cari cara sendiri untuk diperhatikan. Bisa jadi penindas agar ditakuti atau yg tertindas agar dikasihani.

6. Tetap perhatikan perilaku anak, adakah yang berubah. Apakah dia jadi enggan keluar rumah atau ke sekolah, apakah dia sering pulang memar dan bilang “terbentur meja”.

7. Jalin komunikasi dengan ortu lain, kabar bullying biasanya beredar di kalangan anak-anak dan kadang terlontar di hadapan orang tua. Jika ortu dengar kasus bullying, plis peduli.

8. Waspada dan peduli bukan parnoan dan asal main tuding. Anak yang jadi bully pada dasarnya adalah korban juga. Korban sudah jelas jadi korban, penonton pun sama resahnya. Jadi, ini tugas bersama.

Anak orang lain adalah anak kita juga. Bukan lagi saatnya berkata “Yang penting bukan anak saya”.
Sudah gak jaman! #bukanEYD.

uchishofia

ilustrasi: hhpd.com ilustrasi: hhpd.com

Yeay!!! Udah masuk minggu ke delapan, artinya sudah 2 bulan kami menemani teman-teman di kelas Kulwap Keluarga Sehati. Bahagia sekali bisa memfasilitasi persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari teman-teman semua. Ilmu semakin bertambah, semoga perubahan positif juga semakin meningkat, ya!

Yuk kita simak tanya jawab yang dipandu oleh Mba Anna Farida berikut ini,

Maaaf baru bisa duduk, tadi terhalang demo di jalan.

Mari kita mulai dengan penuh semangat!
Tanya 1

Bagaimana memotivasi (memberi kata-kata motivasi) kepada anak dalam menghadapi bullying (diejek/kata-kata negatif)  agar anak santai /tenang dan tidak krisis percaya diri.

Jawaban Bu Elia:

Agar anak santai menghadapi bullying. Langkah-langkahnya :

  1. Sikap kita pertama-tama, adalah tenang dan menyentuh Dengan memeluk atau menggenggam tangannya.
  2. Pahami perasaannya, dengan memberikan empati. Tatap anak dengan penuh perhatian dengan tidak mengecilkan perasaan yang dihadapi. Misalnya : “Sedih ya?, Ibu mengerti ini pasti berat untukmu. Setiap orang sesekali pernah menghadapi persoalan yang sama…

View original post 1,313 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s