Menemani Anak Saat Puber

parenting with heart

parenting with heart

Salam Sehati, Bapak Ibu.

Mari kita belajar lagi, kita merumpi lagi, setelah kemarin menghabiskan waktu dua hari membahas film-film bagus. Kita masuk ke materi Kulwap-32, menemani anak menyiapkan masa pubertas. Materi lengkap ada di buku Parenting With Heart.

Berikut ini adalah pertanyaan yang lazim muncul terkait pubertas atau masa akil baligh:

+ Ibu enggak salat? Haid itu apa? Darah? Hiiiy

+ Ini apa? Kondom itu apa?

+ Yang bikin batal puasa itu hubungan suami istri. Maksudnya apa, sih?

+ Bayi keluar dari mana?

+ Iya aku tahu, sel telur dan sperma bertemu jadi calon bayi. Ketemuannya itu caranya gimana?

+ Seks bebas itu apa? Itu, aku baca di internet.

+ Mimpi basah itu kaya apa, sih? Ngompol?

+ … silakan tambahkan, pertanyaan apa yang biasa muncul, kita berbagi pengalaman dan wawasan.

Terkait pertanyaan apa pun, saya cenderung lugas menjawab.

Misalnya, sel telur di tubuh perempuan, sperma di tubuh laki-laki. Bertemunya bagaimana? Ini kutipan buku Parenting With Heart.

Untuk membuahi sel telur yang terletak jauh di dalam ovarium, penis masuk melalui vagina. Peristiwa ini disebut hubungan suami–istri, karena hanya boleh dilakukan oleh suami–istri.

Anak biasanya merespon, “Ih, ngeri! Kok gitu, sih?”

Dari sini kita bisa mengajaknya ngobrol bahwa ada sejumlah konsekuensi yang terjadi setelah hubungan itu. Karenanya, agama menetapkan aturan pernikahan lelaki–perempuan demi kebaikan manusia.

Saya memilih menjelaskannya secara lugas karena in formasi yang bertebaran di berbagai media lebih lugas bahkan lebih vulgar dan “liar” dari itu. Masing-masing keluarga punya kebijakan unik untuk menjelaskannya.

Pastikan saja anak-anak bisa bicara tentang pubertas dan seksualitas dari segi apa pun dengan orangtua, tanpa sungkan.

Anak perempuan harus sudah tahu tentang menstruasi sebelum mereka mengalaminya. Anak laki-laki harus paham tentang fase akil balig sesegera mungkin.

Pendekatan agama bisa digunakan untuk membuka diskusi, misalnya tentang mandi wajib. Dari sisi sains, sampaikan bahwa menstruasi dan aktifnya kelenjar sperma yang ditandai oleh “mimpi basah” itu adalah tanda bermulanya fungsi reproduksi dalam tubuh mereka. Jelaskan bahwa fungsi reproduksi adalah karunia  Allah untuk menjaga kelangsungan generasi umat manusia, dan kita adalah bagian dari rencana besar-Nya.

Saya secara lugas kasih tahu, cairan sperma itu kental, berbau khas. Saya pastikan anak-anak tahu dari SAYA.

Ajak mereka bersikap waspada untuk menjaga tubuh mereka tanpa harus menjadi paranoid. Jelaskan fakta tentang kejahatan seksual tanpa menakut-nakuti dan menimbulkan fobia. Untuk membahasnya dengan benar dan wajar, orangtua harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang benar tentang pendidikan seks.

Setelah itu, kita perlu belajar menyampaikan pengetahuan ini kepada anak-anak dengan gaya komunikasi yang cocok untuk mereka.

Ternyata, menjadi orangtua benar-benar membuat kita tak berhenti untuk terus belajar. Kita ikut berkembang bersama anak-anak, menjadi guru dan sekaligus teman mereka, hingga akhir perjalanan.

Semoga berkenan, boleh tidak sependapat, kita diskusi bersama.

Salam puber, eh, salam takzim

Anna Farida, www.annafarida.com

Untuk mengikuti kulwapnya, WA ke 089650416212 (Suci Shofia), gratis.

Tanya jawab yang bikin pipi hangat tentang pubertas bisa diklik di blog Suci Shofia.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s