SALAH KAMAR

wrong windowDalam sebuah chat resmi dan santun dengan editor, nyaris setahun lalu, tapi masih bikin trauma.

Editor: “Bagaimana perkembangan naskahnya, Mbak Anna?”

Saya: “Lancar walau perlahan, Mas. Saya setor bagian tiga Senin ini. Mohon waktu, ya.”

Editor: “…”

Saya: “…”

Tiba-tiba …

Saya: “Hoi, Coy! Lihat email geura. Naskah ini bikin bulu mata kriting! Lihat, deh! &*7bge%524 #@&gmwtr#&*@ … 0(*@hFe@%!”

Layar chat hening.

Kemudian … Hah!

Saya: “Innalillahi. Maaf, Mas. Maaf banget! Itu chat dengan teman saya …”

Editor: “Hehe … Hati-hati, Mbak Anna. Hati-hati … :-)”

Glek!

Pipi dan telinga saya panas sekali. Perlu sekian menit untuk meredakannya.

Saya: “Panas di telinga saya sudah reda, Mas. Bisa kita bahas lagi rencana layout-nya?”

Editor: “Siap, Coy!”

Saya: “Plis, deh!”

Peristiwa memalukan seperti itu tak hanya terjadi sekali. Jika keledai jatuh kedua kalinya di lubang yang sama, mungkin saya ini tantenya keledai.

Bagaimana tidak. Saya pernah nyampah di dinding Facebook, padahal seharusnya omelan itu saya buang di grup tertentu. Ketika ada teman lain yang bukan anggota grup mengacungkan jempol, saya baru terjengkang sadar. Kapokmu kapan!

Pernah juga saya kirim SMS ke suami, minta izin mau pergi. Tentu dengan sapaan mesra semilebay seperti biasa. Ealah, pakai salah kirim ke guru musik anak saya. Another innalillahi.

Sudah puas menertawakan saya?

Mari kita lihat aspek bahasanya agar aib bisa jadi ilmu. Uhuk!

Bencana memalukan semacam ini lazim dikenal dengan istilah wrong window.

basically the act of sending a message accidentally to the wrong person in chat or in IM … (The Urban Dictionary).

Di dunia per-chatting-an Indonesia, kita punya frasa “salah kamar”.

Kamar adalah ruang bersekat atau bilik (KBBI)–tentu yang dimaksud adalah ruang dan sekat maya. Berdasarkan ke-sotoy-an saya, frasa ini dipilih untuk menggambarkan rasa malu dan kaget. Bayangkan jika Anda salah masuk ke kamar orang lain (dalam makna harfiah), atau kamar Anda dimasuki orang yang tidak disangka-sangka. Hayo! Pada berimajinasi apa? Hehe …

Mutiara hikmah:

You may humiliate yourself, but never pick a wrong window.

#TutupMuka